Kenapa istilah Free Time, Demurrage, dan Detention penting?
Kalau kamu baru memulai bisnis impor/ekspor atau sering kirim barang lewat kontainer, istilah free time, demurrage, dan detention pasti sering muncul. Benda sederhana seperti satu atau dua hari keterlambatan bisa berujung biaya besar. Artikel ini membantu kamu memahami masing‑masing istilah dengan mudah, lengkap dengan contoh praktis dan tips untuk menghindari biaya tak perlu.
Apa itu Free Time?
Free time (atau free days) adalah jumlah hari gratis yang diberikan oleh pihak pelabuhan atau shipping line untuk menahan kontainer tanpa dikenai biaya tambahan. Free time berbeda-beda tergantung:
- Jenis kontainer (full/empty)
- Jenis cargo (import/export)
- Perjanjian antara pengirim dan carrier
- Kebijakan terminal pelabuhan
Contoh: jika free time = 5 hari untuk import container, artinya kamu punya 5 hari sejak tanggal pengeluaran kontainer dari terminal untuk merapikan dokumen, clear customs, dan mengangkut barang tanpa biaya ekstra.
Apa itu Demurrage?
Demurrage adalah biaya yang dikenakan ketika kontainer tetap berada di dalam terminal/pelabuhan melebihi free time. Biasanya berlaku untuk import atau kontainer yang belum keluar dari terminal.
- Diukur per hari setelah free time habis
- Biasanya ditagihkan oleh shipping line atau terminal
- Seringkali tarif meningkat setelah periode tertentu (mis. tarif awal dan tarif hari berikutnya)
Apa itu Detention?
Detention adalah biaya yang dikenakan ketika kontainer ditarik keluar terminal (di luar penguasaan pelabuhan) dan tidak dikembalikan ke carrier dalam batas waktu free time. Umumnya berkaitan dengan penggunaan kontainer di luar pelabuhan, misalnya untuk bongkar muat ke gudang pelanggan.
- Biasanya berlaku untuk full container yang berada di tangan consignee atau trucking
- Diukur per hari dari tanggal pengeluaran sampai tanggal pengembalian kontainer
- Sering digunakan untuk mendorong pengembalian kontainer lebih cepat
Perbedaan Inti: Demurrage vs Detention
- Lokasi: Demurrage = di dalam terminal. Detention = di luar terminal.
- Objek: Demurrage sering untuk kontainer yang belum keluar; detention untuk kontainer yang sudah keluar tapi belum kembali.
- Pemberi tagihan: Keduanya umumnya ditagih oleh carrier, tapi terminal bisa juga mengenakan charge tambahan.
Contoh Kasus Sederhana
Bayangkan Ibu Sari import baju dan barang tiba di pelabuhan 1 November. Free time = 5 hari.
- Kontainer tersedia di terminal sejak 1 Nov.
- Ibu Sari menyelesaikan dokumen dan menarik kontainer pada 6 Nov — masih dalam free time, tidak ada biaya.
- Jika dia baru mengambil pada 8 Nov, maka hari ke-7 dan ke-8 dikenakan demurrage.
- Jika kontainer diangkut ke gudang Ibu Sari pada 6 Nov tapi dia baru mengembalikan unit ke carrier pada 12 Nov, hari-hari sejak 7 Nov sampai 12 Nov akan dihitung detention.
Cara Menghitung Biaya (Secara Umum)
Perhitungan tergantung tarif carrier/terminal, tetapi pola umum:
- Total hari keterlambatan = hari kalender (atau hari kerja, tergantung tarif) setelah free time
- Biaya = jumlah hari keterlambatan × tarif per hari
Catatan: Beberapa tariff membagi periode (mis. 1–5 hari tarif A, 6–10 hari tarif B). Selalu cek Bill of Lading dan tariff sheet.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Muncul
1. Siapa yang biasanya membayar demurrage atau detention?
Consignee atau pihak yang menahan kontainer biasanya bertanggung jawab. Namun pengaturan bisa berbeda kalau ada kontrak yang mengatur siapa yang membayar (seller/buyer, freight prepaid/collect).
2. Apakah ada alasan untuk menunda pembayaran atau menggugat tagihan?
Bisa. Alasan valid misalnya:
- Masalah administrasi pelabuhan atau kesalahan sistem
- Keterlambatan yang disebabkan oleh pihak carrier atau terminal
- Force majeure (cuaca ekstrem, pemogokan resmi)
Dokumentasikan semua komunikasi dan minta penjelasan resmi sebelum membayar. Seringkali negosiasi berhasil jika pembuktian kuat.
3. Bagaimana cara menghindari demurrage dan detention?
- Rencanakan dokumen lebih awal — siapkan import clearance, invoice, dan dokumen bea cukai.
- Koordinasi trucking agar jadwal pickup tepat waktu.
- Negosiasi free time dalam kontrak pengiriman jika frekuensi pengiriman tinggi.
- Gunakan jasa freight forwarder yang berpengalaman untuk memantau timeline.
4. Apakah weekend dan hari libur dihitung dalam free time?
Tergantung kebijakan carrier/terminal. Beberapa menghitung hari kalender penuh, sementara yang lain menggunakan hari kerja. Selalu konfirmasi pada Bill of Lading atau tariff sheet.
5. Free time itu sama untuk semua pelabuhan?
Tidak. Setiap pelabuhan dan shipping line punya kebijakan berbeda. Misalnya free time untuk empty container sering lebih pendek dibanding full container.
Tips Praktis untuk Meminimalkan Risiko
- Gunakan kalender pengingat sejak tanggal kedatangan kontainer.
- Pastikan dokumen (PIB, SPPB, invoice) sudah siap sebelum barang tiba.
- Komunikasi proaktif dengan forwarder dan trucking untuk booking slot pengambilan.
- Cek tarif demurrage/detention sebelum menandatangani kontrak.
- Pertimbangkan asuransi atau layanan manajemen supply chain jika volume besar.
Penutup — Intinya
Singkatnya: free time = waktu gratis, demurrage = biaya untuk kontainer yang tinggal di terminal melebihi free time, dan detention = biaya untuk kontainer di luar terminal yang tidak dikembalikan tepat waktu. Memahami ketiganya membantu menghemat biaya dan menjaga kelancaran rantai pasok.
Kalau kamu mau, ceritakan situasi pengirimanmu—saya bisa bantu jelaskan apakah ada risiko demurrage/detention dan bagaimana menghitungnya. Semoga informasi ini membantu dan selamat berbisnis!


